HARTA di Akhir Jaman

Pendahuluan:
Hartaku, 100% Milikku?
a
Keduanya berkabar-kabar Islami ketika bertemu ketika akan shalat Dhuhur. Saat usai, Akung berkisah, tadi malam, sewaktu ingin menyaksikan tausiah larut malam hanya sempat mendengar ucapan penutup. Pendakwah menyampaikan, “Patutkah kita berkata, hartaku seratus persen milikku?”. Lalu Akung menanyakan, kenapa begitu?
a
Banas menjelaskan: “Sebenarnya terlalu sulit untuk menerka sesuatu tausiah. Meski begitu, setidaknya bisa dikira perkara yang disampaikan, yaitu berkaitan dengan harta. Perkara ini, misalnya dapat dikaitkan dengan QS Ali Imran (3):92; difirmankan, Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”. Lalu Banas mengajak berbincang lebih mendalam. Inilah kisah mereka.

Setan Juga Penakut

[Tausiah Jum`at, 31/07/2015]
tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Saat bertemu dan Banas mengatakan setan juga penakut, Akung malah balik bertanya: “Ustadz; mohon maaf, bagaimana setan juga bisa menjadi penakut?” Banas tak menjawab pertanyaan itu; lalu digamitnya Akung untuk diajak duduk di kursi taman masjid. Inilah kisah perbincangan mereka.
a
1. Setan Takut Kepada Siapa ?
a
Banas membacakan kembali QS Al Hijr (15):39-40; Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”. Dalam ayat ini tersirat pengakuan ketakutan setan kepada orang mukhlis. Arti mukhlis dalam Kamus Al Qur`an adalah orang yang selalu dalam keadaan suci; dan secara luas diartikan orang yang senang beramal saleh. Walau begitu, setan tetap menyusup dalam hati semua manusia, karena “Sesungguhnya setan mengalir pada bani adam dalam aliran darahnya. [diriwayatkan dalam HR Bukhari, #6636].
a