Kesaksian Berislam

Pendahuluan
a
Usai Shalat Dhuhur, beberapa jamaah masih belum beranjak dari masjid, mereka menunggu Banas menyelesaikan wiridnya. Setelah bertemu, diantara jamaah ada yang memberanikan diri untuk minta Banas memberikan pencerahan Keislaman; persetujuanpun dicapai. Insya Allah sebagai langkah awal, mereka ingin membincangkan syahadat. Inilah kisah perbincangan mereka.
a
Setelah duduk melingkar, Banas memulai dengan mengatakan: “Sesungguhnya, setiap janin manusia yang akan dilahirkan, secara sunnatullah sudah melafadzkan syahadat”; ketika berhenti sejenak, ada jamaah yang langsung menyela: “Bagaimana bisa?; kan mereka belum bisa berkata-kata”.

Setan, Musuh Yang Nyata

[Tausiah Jum`at, 03/07/2015]
tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Sesaat setelah bertemu dan berkabar-kabar Islami di serambi masjid, Akung bertanya: “Ustadz; dalam Al Qur`an difirmankan, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Bagaimana memahaminya?” Mendengar pertanyaan ini, Banas mengajak menelusuri ayat-ayat Al Qur`an dan periwayatan dalam Hadits. Inilah kisah mereka.
a
1. Penyebutan Setan
a
Banas minta Akung mengingat kembali kisah penyebutan setan; ia menjawab: “Allah س menamai iblis, yaitu makhluk yang membangkang perintah Nya ketika berada di surga; [difirmankan dalam QS Al Baqarah (2):34]. Lalu difirmankan dalam QS Al Kahfi (18):50, bahwa iblis adalah golongan dari jin. Lalu difirmankan perkataan jin dalam QS Jin (72):11, diantara mereka ada yang beriman dan ada yang kafir. Masing-masing menempuh jalan yang berbeda-beda.