Setan, Meruntuhkan Iman

[Tausiah Jum`at, 24/07/2015]
tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Banas mengajak membincangkan upaya setan meruntuhkan iman, usai berkabar-kabar Islami sesaat sesudah bertemu di serambi masjid. Tetapi Akung minta penjelasan kenapa memakai istilah ini. Banas menjawab: “Dalam Al Qur`an, setidaknya terdapat 4 ayat yang didalamnya terdapat lafadz runtuh. Semuanya menggambarkan keadaan hancur berantakan atau porak peranda. Tinggal bekas-bekas yang tidak mungkin untuk dikembalikan seperti semula. Dalam tausiah ini, kita bincangkan upaya setan meruntuhkan iman. Sebagai salah satu penegas, bila iman sudah runtuh, niscaya Allah س tidak akan mengembalikan keimanan itu; kecuali Dia berkehendak lain”. Kemudian Banas mengajak duduk berbincang; inilah kisah mereka.

Masjidil Aqsha

tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a

intro: Seperti ada tagihan, Banas bersegera menuju masjid, walau masih sekitar setengah jam lagi masuk waktu Shalat Dhuhur. Betul saja, di serambi sudah ada beberapa jamaah duduk melingkar menenuggu kedatangannya. Setelah Shalat Takhiyyatul Masjid, tanpa diminta, Banas langsung ikut duduk. Lalu dikatakan: “Insya Allah, siang ini kita bincangkan Masjidil Aqsha di Palestina. Bicara mengenai masjid ini, mari kita menambah keberimanan, sesungguhnya Allah س adalah satu-satunya Dzat Yang Maha Mengetahui dan Maha Mengatur. Betapa tidak?; pada sekitar menjelang tahun 2H, Allah س memerintahkan kepada Rasulullah ص untuk mengalihkan kiblat shalat; apa rahasianya?”.