Setan Juga Penakut

[Tausiah Jum`at, 31/07/2015]
tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Saat bertemu dan Banas mengatakan setan juga penakut, Akung malah balik bertanya: “Ustadz; mohon maaf, bagaimana setan juga bisa menjadi penakut?” Banas tak menjawab pertanyaan itu; lalu digamitnya Akung untuk diajak duduk di kursi taman masjid. Inilah kisah perbincangan mereka.
a
1. Setan Takut Kepada Siapa ?
a
Banas membacakan kembali QS Al Hijr (15):39-40; Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”. Dalam ayat ini tersirat pengakuan ketakutan setan kepada orang mukhlis. Arti mukhlis dalam Kamus Al Qur`an adalah orang yang selalu dalam keadaan suci; dan secara luas diartikan orang yang senang beramal saleh. Walau begitu, setan tetap menyusup dalam hati semua manusia, karena “Sesungguhnya setan mengalir pada bani adam dalam aliran darahnya. [diriwayatkan dalam HR Bukhari, #6636].
a

Setan, Meruntuhkan Iman

[Tausiah Jum`at, 24/07/2015]
tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Banas mengajak membincangkan upaya setan meruntuhkan iman, usai berkabar-kabar Islami sesaat sesudah bertemu di serambi masjid. Tetapi Akung minta penjelasan kenapa memakai istilah ini. Banas menjawab: “Dalam Al Qur`an, setidaknya terdapat 4 ayat yang didalamnya terdapat lafadz runtuh. Semuanya menggambarkan keadaan hancur berantakan atau porak peranda. Tinggal bekas-bekas yang tidak mungkin untuk dikembalikan seperti semula. Dalam tausiah ini, kita bincangkan upaya setan meruntuhkan iman. Sebagai salah satu penegas, bila iman sudah runtuh, niscaya Allah س tidak akan mengembalikan keimanan itu; kecuali Dia berkehendak lain”. Kemudian Banas mengajak duduk berbincang; inilah kisah mereka.