Kesaksian Berislam

Pendahuluan
a
Usai Shalat Dhuhur, beberapa jamaah masih belum beranjak dari masjid, mereka menunggu Banas menyelesaikan wiridnya. Setelah bertemu, diantara jamaah ada yang memberanikan diri untuk minta Banas memberikan pencerahan Keislaman; persetujuanpun dicapai. Insya Allah sebagai langkah awal, mereka ingin membincangkan syahadat. Inilah kisah perbincangan mereka.
a
Setelah duduk melingkar, Banas memulai dengan mengatakan: “Sesungguhnya, setiap janin manusia yang akan dilahirkan, secara sunnatullah sudah melafadzkan syahadat”; ketika berhenti sejenak, ada jamaah yang langsung menyela: “Bagaimana bisa?; kan mereka belum bisa berkata-kata”.

Mereka Adalah Setan

[Tausiah Jum`at, 26/06/2015]
tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Dari kejauhan, Akung sudah berucap salam ketika melihat kedatangan Banas. Usai saling berkabar-kabar Islami, mereka duduk di kursi taman masjid, membincangkan tentang setan. Inilah kisah mereka.
a
Lalu terjadi dialog kecil; Akung ditanya, masih ingat bagaimana sumpah iblis sebelum turun ke bumi? Lalu ia melihat catatannya dan mengatakan, dalam QS Shad (38):82-83; difirmankan perkataan iblis: “Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semua. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis”.
a
Banas melanjutkan: “Ayat ini harus dipedomani dalam merengkuh kehidupan. Walau iblis diberi kekuasaan membujuk manusia, tetapi Allah س berfirman: Maka Kami berkata: “Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka. [QS Thaha (20):117]. Karenanya, dengan merujuk pada ayat ini, kita jangan tertipu dengan perkataan iblis yang dibisikkan kepada para dukun di dunia, bahwa Allah س telah memberi kuasa kepada iblis. Perlu diingat, kuasa itu sebagai salah satu bentuk ujian keimanan; bukan sebagai pembenaran atas sesuatu amalan yang diajarkan setan melalui para dukun.
a