Dua Dari Lima

Muqaddimah
a
Sebelum berlanjut membaca buku ini, marilah mengucap syukur kepada Allah س atas seluruh karunia dan nikmat Nya yang berbilang tak terhitung banyaknya. Selain itu, mari bershalawat untuk Rasulullah ص , Nabi junjungan umat; dengan harapan semoga dapat meraih syafaat Beliau, kelak di Hari Akhir; seperti janji Beliau.
a
Pada tausiah lalu sudah disepahamkan, di Hari Kiamat, shalat menjadi amal saleh yang dikhisab paling awal. Dalam sehari semalam, ada lima shalat fadhu; kesempurnaannya bisa diperoleh dari nafilah shalat-shalat sunnah. Diantara lima itu, terdapat dua shalat yang penting; tidak berarti tiga shalat lainnya boleh diabaikan. Pesan dalam tausiah ini, berhati-hatilah dengan dua shalat itu. Selain itu, optimalkanlah pelaksanaan semua shalat dan shalat-shalat sunnah.
a
Dalam penyampaian pesan ini, Al Qur`an, Hadits dan
Fiqh kami jadikan landasan penyampaian pesan ini. Bila anda tidak sepakat, itu terpulang pada anda sendiri. Karena penyajian pesan ini semata-mata untuk mencari ridho Allah س dan guna ikut menyemarakkan dunia dakwah Hari Jum`at bagi sesama. Setidaknya, kami melaksanakan salah satu tuntunan Rasulullah ص, sampaikanlah dariku walau satu ayat; begitu Beliau bersabda.
a
Tak ada salahnya anda memberi tahu karib dan kerabat, mengenai pesan dalam buku ini; karenanya satu buku untuk bersama. Semoga anda bisa ikut beramal saleh dan dapat memberi manfaat dalam kehidupan dunia dan akhirat.
a

Nonton Film Buatan Sendiri

tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Muqaddimah
a
Mari kita mengawali perbincangan ini dengan mengucapkan syukur ke hadirat Allah س atas karunia nikmat Nya yang tak terbatas banyaknya dan tak terhitung ragamnya. Selanjutnya, kita juga harus bershalawat dan bersalam untuk Rasulullah ص diiringi doa, semoga kita dapat meraih syafaat Beliau, kelak di Hari Akhir.
a
Acara Nonton Film dalam tausiah ini, adalah sebagai pembawa pesan guna menumbuhkan kesadaran agar tak mengabaikan film yang kita buat sendiri. Dengan Nonton Film Buatan Sendiri, kami berharap kita mampu bermuhasabah; yaitu merenungi perjalanan hidup untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dan langkah apa untuk menambal kesalahan. Karenanya, tidak perlu ada sensor atas berbagai adegan yang bermuatan dosa; dan tidak perlu terlalu mengekspos peristiwa-peristiwa yang Insya Allah memanen pahala. Hendaknya semua kisah dilihat dan dievaluasi apa adanya.