Sakinah

tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a

intro: Disela-sela istirahat perkuliahan, Man membuntuti Banas ke kantin kampus. Agak kaget juga Banas digamit dari belakang; kemudian keduanya duduk berhadapan. Setelah penganan pesanannya tiba, Man mengemukakan: “Maaf Pak Ustadaz; Sabtu yang lalu ustadz mengutip ayat dari QS Ar Rum, dengan menyebutkan keluarga mawaddah dan rahmah; tetapi ketika Khutbah Nikah disebutkan sakinah, mawaddah dan wa rahmah. Padahal ayat rujukannya sama; lalu bagaimana yang benar?” Dengan suara direndahkan, Banas mengatakan: “Tiga lafadz itu sudah menjadi pemeo yang salah kaprah; bahkan kalau benar pengkhutbah itu menyebut dan wa rahmah, wah, kekeliruannya menjadi bertumpuk. Mari kita simak bersama, ayat-ayat yang tercantum dalam Al Qur`an“; berkata begitu, Banas mengeluarkan Kitab Al Qur`an dari dalam tasnya.

Masjid Nabawi

tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a

intro: Tidak seperti biasanya, Banas tiba di masjid tidak lama sebelum Shalat Dhuhur. Karenanya, usai berwirid sesudah selesai Shalat Sunnah Ba`da Dhuhur, ia bersegera duduk bersama beberapa jamaah yang sudah menggerombol di serambi. Lalu dikatakan: “Seperti sudah kita rencanakan, siang ini adalah kali ketiga kita membincangkan tiga masjid utama. Dalam tarikh Islam diterangkan bahwa tiga masjid yang mewarnai penyebaran dan penegakan Agama Islam adalah Masjidil Kharam, Masjidil Aqsha dan Masjid Nabawi atau disebut Masjid Rasulullah“. Dua masjid sudah kita bincangkan, dan Insya Allah siang ini kita akan menelisik masjid di tanah suci yang ketiga, yaitu Masjid Nabawi di Madinah. Apa keistimewaan yang ada disana?; mari kita bicarakan”.