Peranan Rasulullah SAW

[Tausiah Jum`at, 22/05/2015]
tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Ketika bertemu kembali dan usai berkabar-kabar Islami, Banas menjelaskan: “Sudah kita pahami, Agama Islam sudah ditetapkan sejak sebelum Allah س menciptakan alam semesta. Agama adalah nasehat dan Islam adalah tunduk, patuh dan berserah diri kepada Allah س. Lalu apa peranan Rasulullah ص membangun keislaman?; kita bisa mene-lusuri dari Al Qur`an dan Hadits”.
a
1. Siapa Beliau ?
a
Beliau ditetapkan sebagai Nabi/Rasul sejak diterima wahyu Nya di Gua Hira; sebagaimana difirmankan dalam QS Al `Alaq (96):1-19. Selanjutnya kita dapat mencermati firman Allah س dalam QS Al Baqarah (2):119; artinya:

Dilahirkan Kosongan ?

tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Muqaddimah
a
Saat bersilaturrahmi kembali, keduanya langsung berkabar-kabar Islami; lalu Akung ditanya: “Kemarin, sewaktu kita bezuk di Rumah Bersalin, terlihat di kaca pembatas dengan bayi, beberapa kali kamu menatap bayi lalu menatapku. Apa yang kamu pikirkan?” Dengan tersipu-sipu dijawabnya: “Masya Allah; sesungguhnya saya membayangkan. Dari bayi yang dilahirkan kosongan, lalu pada masa dewasa bisa menjadi guru, dosen, menteri, presiden dan menjadi tokoh lainnya. Walau ada beberapa diantara manusia tidak berhasil meraih cita-citanya. Bagaimana sesungguhnya Allah س membentuk manusia menjadi makhluk yang sempurna?”. Mendengar pertanyaan ini, Banas mengajak Akung membahas manusia ciptaan Nya. Inilah kisah perbincangan mereka.
a
1.aTiga Manusia Istimewa
a
Dengan senyumannya yang khas, Banas mengatakan: “Ada yang perlu diluruskan lebih dahulu tentang bayi yang dilahirkan; betulkah ia dilahirkan kosongan? Mari kita telusuri proses penciptaan manusia, yang diawali dengan penciptaan Adam ع. Terlebih dahulu kita merujuk QS Al Hijr (15):28; artinya:
a
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
a
Firman ini mengisahkan penciptaan Adam ع yang dicipta dari tanah liat kering yang diberi bentuk. Lafadz Aku dalam ayat ini merupakan kata ganti jatidiri Nya; sebagai pertanda, bahwa Allah س berkehendak menciptakan seorang manusia secara langsung. Insya Allah, penciptaan Adam ع sebagai manusia pertama, bersifat istimewa; yaitu Allah س menciptanya tanpa menugaskan malaikat Nya. [1]
a