Sejak Kapan Isam ?

[Tausiah Jum`at, 01/05/2015]
Setelah berkabar-kabar Islami pada saat bertemu, Akung berkata: “Dalam literatur Islami, sering saya baca artikel: kondisi masyarakat Mekah sebelum kedatangan Islam. Betulkah?” Banas mengemukakan: “Inilah persoalan kita”; lalu Akung diajak membincangkannya. Inilah kisahnya.
a
Diteruskan: “Kita ingat kembali tentang Surah Thaha dan Surah Yasin, yang sudah Allah س baca pada seribu tahun sebelum Dia mencipta semesta alam (HR. Ad Darimi, # 3280). Surah Thaha berisi penjelasan umum perilaku manusia dalam beragama; dan Surah Yasin, menegaskan diutusnya Muhammad sebagai Rasulullah ص. Ini bermakna, dua surah itu menjadi petunjuk tentang kehadiran Agama Islam di semesta alam; ditetapkan sebelum Allah س menciptakan semesta alam.
a

Islam, Seperti Apa ?

[Tausiah Jum`at, 24/04/2015]
a
Setelah berkabar-kabar Islami, kini Akung bertanya makna Agama Islam. Inilah kisah perbincangan mereka di taman masjid, usai keduanya menunaikan Shalat Dhukha.
a
Banas memulai perbincangan dengan mengatakan: “Islam berasal dari lafadz Bahasa Arab, aslama artinya selamat. Dalam Tata Bahasa Arab (Lughot), kata dasar aslama dapat dibentuk menjadi lafadz muslim, muslimun, muslimin, muslimat, artinya orang Islam. Mari memahami makna Islam sebagai konsep akidah, bukan dalam arti kata. Yaitu dengan cara menelaah beberapa firman Nya.
a
1.HQS Yunus (10):72; artinya:
Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikitpun daripadamu. Sesungguhnya tiada upah bagiku kecuali dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada Nya).
Ayat ini merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya, mengisahkan dakwah Nabi #III, Nuh ع. Pada akhir ayat terdapat lafadz [الْمُسْلِمِينَ] dibaca muslimin; diterjemahkan berserah diri (kepada Nya). Arti kharfiahnya, Nabi Nuh ع termasuk dalam golongan orang-orang Islam. Dari kisah ini, dapat dibuat simpul, makna lafadz Islam, adalah berserah diri kepada Allah س.