Kiprah Setan

tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Muqaddimah
a
Untuk mengawali perbincangan ini, marilah kita sampaikan rasa syukur kepada Allah س atas segala nikmat Nya, yang kita terima tanpa batas. Selanjutnya mari bershalawat dan bersalam untuk Rasulullah ص dengan berharap semoga kelak di kemudian hari, Beliau menjadi saksi atas keislaman kita.
a
Pesan yang disampaikan melalui tausiah ini, Insya Allah untuk membangun kesadaran, memperluas wawasan dan memperdalam pengetahuan mengenai setan; makhluk Nya yang telah dilaknat. Tetapi atas pelaknatan itu, setan bersumpah untuk mengajak manusia agar menyimpang dari keislaman.
a
Penulisan bacaan ini semata-mata mencari ridho Nya agar kami dapat berbagi ilmu, walau dalam takaran sedikit. Bila anda tidak sependapat, itu menjadi keputusan masing-masing. Terlebih lagi, kalau berbicara tentang setan, dalam berbagai sudut pandang akan menyentuh aspek tradisi budaya lokal. Perwujudannya adalah ritual-ritual yang muaranya disebut sebagai pelestarian tradisi; padahal ia bukan tumpuan Islam. Fondasi Islam adalah Al Qur`an, Hadits dan Ulil Amri; bila terjadi perbedaan pendapat, kembalilah pada Al Qur`an & Hadits, begitu firman Nya dalam QS An Nisa` (4):59.
a
Jika anda selesai membaca dan memahami tausiah ini dan menilai bermanfaat, tak ada salahnya berbagi dengan karib kerabat. Insya Allah, bisa dipetik manfaat; Insya Allahu Amin.
a

Mereka Disebut Iblis

[Tausiah Jum`at, 19/06/2015]
tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Saat bertemu kembali, Banas mengajak duduk di serambi masjid; usai saling berkabar-kabar Islami, diajaknya Akung membicangkan lagi tentang Jin. Inilah kisah perbincangan mereka.
a
Banas memulai perbincangan dengan menjelaskan: “Mari kita mencermati kembali QS Jin (72):11; difirmankan perkataan jin, Dan sesungguhnya diantara kami ada yang saleh dan ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. Salah satu pesan dari ayat ini berisi penegasan, ada jin yang beriman dan ada yang kafir; mereka mengambil jalan masing-masing”.
a
Lalu Banas mengkatakan: “Pertama kali penyebutan iblis adalah dalam QS Al Baqarah (2):34; Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam“; maka sujudlah mereka kecuali iblis. Ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan yang kafir. Ayat ini mengisahkan, ketika Allah س usai menciptakan Adam, malaikat (dan jin) diperintahkan untuk bersujud kepada Adam. Malaikat memenuhi perintah Nya; dan segolongan lain menolak, mereka disebut iblis. Kisah serupa ini juga difirmankan dalam QS Al A`raf (7):11; Al Hijr (15):29-33; Al Isra` (17):61; Thaha (20):116; Shad (38):72-74”. Lalu perbincangan dilanjutkan.
a