Setan, Meruntuhkan Iman

[Tausiah Jum`at, 24/07/2015]
tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Banas mengajak membincangkan upaya setan meruntuhkan iman, usai berkabar-kabar Islami sesaat sesudah bertemu di serambi masjid. Tetapi Akung minta penjelasan kenapa memakai istilah ini. Banas menjawab: “Dalam Al Qur`an, setidaknya terdapat 4 ayat yang didalamnya terdapat lafadz runtuh. Semuanya menggambarkan keadaan hancur berantakan atau porak peranda. Tinggal bekas-bekas yang tidak mungkin untuk dikembalikan seperti semula. Dalam tausiah ini, kita bincangkan upaya setan meruntuhkan iman. Sebagai salah satu penegas, bila iman sudah runtuh, niscaya Allah س tidak akan mengembalikan keimanan itu; kecuali Dia berkehendak lain”. Kemudian Banas mengajak duduk berbincang; inilah kisah mereka.

Malaikat, Siapa?

[Tausiah Jum`at, 05/06/2015]
tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Ketika bertemu kembali dan usai berkabar-kabar Islami, Akung bertanya, kenapa ada agama yang benci Malaikat Jibril. Mendengar pertanyaan ini, Banas mengajak Akung duduk di serambi masjid. Inilah kisah perbincangan mereka.
a
Banas mendudukkan perkara: “Malaikat seharusnya ditulis Malaaikat atau bisa juga ditulis menjadi Malaikat; lafadz ini adalah bentuk jamak; bila diterjemahkan para malaikat, adalah salah. Bentuk tunggalnya malak; misalnya difirmankan dalam QS Al An`am (6):8; QS Al Isra` (17):95; dan QS Qaf (50):21, diterjemahkan menjadi seorang malaikat; ini juga tidak benar, karena malaikat bukan orang”. Beberapa contoh tadi sudah melumrah dan menjadi salah kaprah; apa mengubah maknanya?; Wallahu A`lam”; lalu Banas meneruskan perbincangan.