Nabi dan Rasul

[Tausiah Jum`at, 08/05/2015]
a
Saat bertemu di Hari Jumat, keduanya saling berkabar-kabar Islami; keduanya lalu berbincang. Awalnya, Akung berkata: “Mengingat luasnya bumi dan banyaknya manusia, apakah Nabi dan Rasul berjumlah 25?; seperti yang diajarkan diberbagai tausiah”. Atas pertanyaan ini, Banas memulai penjelasannya dengan mengatakan: “Sebagai salah satu fondasi keimanan, kita bisa bertumpu pada QS Al Baqarah (2):213; artinya:
a
Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. (sampai akhir ayat).
a
Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir diterangkan, maksud lafadz umat yang satu, adalah umat pada masa Nabi Adam dan Idris عليھم سّلآم (Nabi #1 dan #2); mereka hidup dengan berpegang pada satu syariat Al Haq. Seiring dengan bertambahnya manusia, sering terjadi perselisihan. Karenanya dalam ayat ini ditegaskan, Allah س mengutus Nabi-nabi; salah satu tugasnya, memberi keputusan. Dalam Kitab Tafsir ini juga diterangkan, Nabi #3, Nuh ع adalah sebagai Rasul pertama. Beliau diutus untuk menengahi perselisihan.
a

Thoghut

tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a

intro: Insya Allah, para orangtua sudah memperkenalkan kepada anak-anak mereka mengenai amalan kepada yang ghaib; hal ini dilakukan sejak dini. Bahkan selalu dididikkan, yang ghaib itu dianggap mempengaruhi kehidupan setiap manusia. Bagi penganut Agama Islam, pengabdian kepada yang ghaib itu tertuju pada Dzat Allah س, yang diyakini telah memayungi jalan hidupnya. Meskipun begitu, tidak jarang mereka yang mengaku sebagai penganut Islam juga mengabdikan dirinya kepada makhluk ghaib, bukan Dzat Ghaib; yaitu jin yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi kehidupannya. Dalam nash Al Qur`an disebutkan adanya jin yang beriman dan kafir; diantara makhluk jin kafir disebut thoghut dan jibt. Lalu siapa yang disebut dengan thoghut dan jibt ?