Visualisasi Thoghut dan Jibt

Allah س berfirman dalam Kitab Al Quran, menegaskan, setiap kekuatan ghaib yang disembah selain Dia, disebut dengan thoghut dan jibt.[1] Masih belum kokohnya keberimanan, menjadi salah satu sebab adanya kaum muslim yang melakukan pemujaan kepada thoghut dan jibt. Mereka merasa, kerja sama ini dapat diukur keberhasilannya; seperti misalnya mereka yang >memelihara tuyul dan seterunya dapat mengenali kenaikan penghasilannya dalam kurun waktu singkat. Kemungkinan besar, mereka tidak menyadari, bekerja sama dengan thoghut atau jibt dan memujanya, sesungguhnya merupakan salah satu bentuk mencampuradukkan yang haq dengan yang bathil; mereka disebut kaum musyrik.[2] Untuk memujanya, mereka perlu menvisualkan; bagaimana visualisasinya ?

Kitabullah

[Tausiah Jum`at, 15/05/2015]
a
Usai berkabar-kabar Islami, Akung bertanya: “Ustadz; apakah ada keterangan tarikh tentang pencatatan wahyu-wahyu Allah س ?”. Atas pertanyaan ini, Banas mengajak duduk untuk membincangkan; inilah kisah mereka.
a
Kemudian Banas mengawali penjelasannya, dengan mengatakan: “Sebagai salah satu fondasi keimanan, mari bertumpu pada QS An Nisa` (4):163; artinya:
a
Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya`qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulai-man. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.
a
Melalui ayat ini, Allah س menegaskan, diturunkannya wahyu kepada Rasulullah ص adalah seperti halnya diwahyukannya kepada para Nabi/Rasul sebelumnya. Lalu secara khusus, ayat ini menerangkan diberikannya Zabur kepada Daud. Sesungguhnya, Allah س mengutus Nabi/Rasul dan memberi wahyu adalah untuk memberi penyelesaian atas perselisihan diantara manusia, sesuai masa kenabiannya. Seluruh Nabi/Rasul selalu mencatat wahyu yang diterimanya. Pencatatannya menggunakan batu, kulit hewan, pelepah pohon, tulang hewan dan lainnya. Catatan tarikh atas sistem pencatatan ini, sekaligus menjadi petunjuk kemajuan peradaban Islam dalam perkara tulis menulis. Tempat pencatatan itu disebut sukhuf; artinya lembaran, walau wujud fisiknya tidak seperti lembaran seperti yang kita bayangkan pada masa kini. Setiap turun wahyu Nya, para Nabi/Rasul itu mencatat dalam lembaran. Dalam catatan tarikh, ada 4 Nabi/Rasul membukukan sukhuf lalu disebut mushkhaf; misalnya mushkhaf Al Qur`an.
a