Ingin Menghuni Surga?

Pendahuluan:
Minumnya Besi Mendidih
a
Banas dan Akung berkabar-kabar Islami ketika bertemu kembali; kemudian keduanya duduk di taman. Akung berkata lirih: “Ustadz; saya merenungi perjalanan hidup ini. Terputar kembali film yang telah lama terbungkus hiruk pikuk panggung kehidupan. Muncul pertanyaan besar; akankah saya kelak bisa menjadi penghuni surga Nya?”. Pertanyaan ini seolah terbawa angin yang bertiup lembut; mencari dahan tambatan.
a
Kemudian Akung meneruskan: “Terlebih lagi ketika kemarin malam saya membaca Surah Al Kahfi; lalu saya periksa terjemahannya. Sampai sekarang masih terbayang dahsyatnya siksa Allah س yang difirmankan pada ayat 29. Bila membaca berulang kali, bulu kuduk serasa duri, tajam dan menghunjam ke ulu hati. Jadi, bagaimana harus berhati-hati menyibak godaan dan ujian berkehidupan?”