HARTA di Akhir Jaman

Pendahuluan:
Hartaku, 100% Milikku?
a
Keduanya berkabar-kabar Islami ketika bertemu ketika akan shalat Dhuhur. Saat usai, Akung berkisah, tadi malam, sewaktu ingin menyaksikan tausiah larut malam hanya sempat mendengar ucapan penutup. Pendakwah menyampaikan, “Patutkah kita berkata, hartaku seratus persen milikku?”. Lalu Akung menanyakan, kenapa begitu?
a
Banas menjelaskan: “Sebenarnya terlalu sulit untuk menerka sesuatu tausiah. Meski begitu, setidaknya bisa dikira perkara yang disampaikan, yaitu berkaitan dengan harta. Perkara ini, misalnya dapat dikaitkan dengan QS Ali Imran (3):92; difirmankan, Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”. Lalu Banas mengajak berbincang lebih mendalam. Inilah kisah mereka.