Nonton Film Buatan Sendiri

tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Muqaddimah
a
Mari kita mengawali perbincangan ini dengan mengucapkan syukur ke hadirat Allah س atas karunia nikmat Nya yang tak terbatas banyaknya dan tak terhitung ragamnya. Selanjutnya, kita juga harus bershalawat dan bersalam untuk Rasulullah ص diiringi doa, semoga kita dapat meraih syafaat Beliau, kelak di Hari Akhir.
a
Acara Nonton Film dalam tausiah ini, adalah sebagai pembawa pesan guna menumbuhkan kesadaran agar tak mengabaikan film yang kita buat sendiri. Dengan Nonton Film Buatan Sendiri, kami berharap kita mampu bermuhasabah; yaitu merenungi perjalanan hidup untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dan langkah apa untuk menambal kesalahan. Karenanya, tidak perlu ada sensor atas berbagai adegan yang bermuatan dosa; dan tidak perlu terlalu mengekspos peristiwa-peristiwa yang Insya Allah memanen pahala. Hendaknya semua kisah dilihat dan dievaluasi apa adanya.

Agama Adalah Nasehat

[Tausiah Jum`at, 17/04/2015]
a
Begitu bertemu dan usai berkabar-kabar Islami, Akung bertanya tentang makna agama. Mendengar ini, Banas mengajak duduk di aula sebelum ditunaikan Shalat Jum`at. Inilah kisah perbincangan mereka.
a
Dijelaskannya: “Menurut Ensiklopedia Islam, perkataan agama dalam Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Sançkerta, untuk menterjemahkan lafadz Ad Din dari Bahasa Arab. Dalam Bahasa Sançkerta, agama diartikan sebagai sesuatu yang diturunkan dan berlaku secara turun temurun. Konsep ini tidak memberi makna, apa yang diturunkan dan perinciannya; sehingga pendefinisian ini belum memenuhi makna Din menurut nash Al Qur`an. Pemahaman kita tentang agama, dapat merujuk pada Hadits:
a
Abu Hurairah رعنهُ menceriterakan, Rasulullah ص bersabda: “Agama itu adalah nasehat”. Beliau mengulanginya hingga tiga kali. Lalu para shahabat bertanya: “Bagi siapakah wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Bagi Allah, Kitab Nya, bagi para pemimpin dan kaum muslimin seluruhnya”. (HR. Tirmidzi, #1849).
a