Kesaksian Berislam

Pendahuluan
a
Usai Shalat Dhuhur, beberapa jamaah masih belum beranjak dari masjid, mereka menunggu Banas menyelesaikan wiridnya. Setelah bertemu, diantara jamaah ada yang memberanikan diri untuk minta Banas memberikan pencerahan Keislaman; persetujuanpun dicapai. Insya Allah sebagai langkah awal, mereka ingin membincangkan syahadat. Inilah kisah perbincangan mereka.
a
Setelah duduk melingkar, Banas memulai dengan mengatakan: “Sesungguhnya, setiap janin manusia yang akan dilahirkan, secara sunnatullah sudah melafadzkan syahadat”; ketika berhenti sejenak, ada jamaah yang langsung menyela: “Bagaimana bisa?; kan mereka belum bisa berkata-kata”.

Setan Juga Penakut

[Tausiah Jum`at, 31/07/2015]
tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Saat bertemu dan Banas mengatakan setan juga penakut, Akung malah balik bertanya: “Ustadz; mohon maaf, bagaimana setan juga bisa menjadi penakut?” Banas tak menjawab pertanyaan itu; lalu digamitnya Akung untuk diajak duduk di kursi taman masjid. Inilah kisah perbincangan mereka.
a
1. Setan Takut Kepada Siapa ?
a
Banas membacakan kembali QS Al Hijr (15):39-40; Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”. Dalam ayat ini tersirat pengakuan ketakutan setan kepada orang mukhlis. Arti mukhlis dalam Kamus Al Qur`an adalah orang yang selalu dalam keadaan suci; dan secara luas diartikan orang yang senang beramal saleh. Walau begitu, setan tetap menyusup dalam hati semua manusia, karena “Sesungguhnya setan mengalir pada bani adam dalam aliran darahnya. [diriwayatkan dalam HR Bukhari, #6636].
a