Nonton Film Buatan Sendiri

tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Muqaddimah
a
Mari kita mengawali perbincangan ini dengan mengucapkan syukur ke hadirat Allah س atas karunia nikmat Nya yang tak terbatas banyaknya dan tak terhitung ragamnya. Selanjutnya, kita juga harus bershalawat dan bersalam untuk Rasulullah ص diiringi doa, semoga kita dapat meraih syafaat Beliau, kelak di Hari Akhir.
a
Acara Nonton Film dalam tausiah ini, adalah sebagai pembawa pesan guna menumbuhkan kesadaran agar tak mengabaikan film yang kita buat sendiri. Dengan Nonton Film Buatan Sendiri, kami berharap kita mampu bermuhasabah; yaitu merenungi perjalanan hidup untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dan langkah apa untuk menambal kesalahan. Karenanya, tidak perlu ada sensor atas berbagai adegan yang bermuatan dosa; dan tidak perlu terlalu mengekspos peristiwa-peristiwa yang Insya Allah memanen pahala. Hendaknya semua kisah dilihat dan dievaluasi apa adanya.

Setan, Membaurkan Iman

[Tausiah Jum`at, 17/07/2015]
tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Usai berkabar-kabar Islami saat bertemu di taman masjid, Banas mengajak membincangkan upaya setan membaurkan iman. Akung bertanya: “Kenapa Ustadz memakai istilah ini?” Banas tersenyum lalu mengajak duduk berbincang. Inilah kisah mereka.
a
1. Kenapa Membaurkan ?
a
Banas mengemukakan, istilah ini sekedar penggambaran salah satu keberhasilan setan membujuk kaum muslim membaurkan keimanan. Lalu Akung menyela: “Apakah maksudnya, suami isteri berbeda agama?” Dijelaskan: “Bukan. Terjadinya pembauran iman, bila mereka masih menyatakan Islam, tetapi dibarengi dengan kepercayaan selain kepada Nya. Alasannya, misalnya untuk pelestarian tradisi. Secara syari` amalan yang ditunaikan itu salah; karena rujukan Islam adalah Al Qur`an, Hadits dan Ulil Amri [difirmankan dalam QS An Nisa` (4):59]. Bila terjadi perselisihan, harus dikembalikan pada Al Qur`an dan Hadits. Syari` tidak merujuk kepada tradisi”.