Peranan Rasulullah SAW

[Tausiah Jum`at, 22/05/2015]
tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Ketika bertemu kembali dan usai berkabar-kabar Islami, Banas menjelaskan: “Sudah kita pahami, Agama Islam sudah ditetapkan sejak sebelum Allah س menciptakan alam semesta. Agama adalah nasehat dan Islam adalah tunduk, patuh dan berserah diri kepada Allah س. Lalu apa peranan Rasulullah ص membangun keislaman?; kita bisa mene-lusuri dari Al Qur`an dan Hadits”.
a
1. Siapa Beliau ?
a
Beliau ditetapkan sebagai Nabi/Rasul sejak diterima wahyu Nya di Gua Hira; sebagaimana difirmankan dalam QS Al `Alaq (96):1-19. Selanjutnya kita dapat mencermati firman Allah س dalam QS Al Baqarah (2):119; artinya:

Surat Thaha

[Tausiah Jum`at, 27/02/2015]
tulisan berwarna biru, dapat di klik untuk rujukan.

Ketika bertemu kembali di serambi masjid, Banas mengawali perbincangan dengan mengemukakan periwayatan dalam suatu Hadits:
a
Abu Hurairah رعنهُ mengisahkan, Rasulullah ص bersabda: “Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala membaca Surah Thaha dan Surah Yasin seribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi”. Ketika para malaikat mendengar Al Qur’an, mereka berkata: “Beruntunglah umat yang diturunkan surah itu padanya, beruntunglah rongga yang mengandung surah itu, dan beruntunglah lidah yang berbicara dengan surah itu”. (HR. Ad Darimi, # 3280).
a
Akung menyela: “Ustadz, maaf. Dalam Hadits ini disebutkan Allah Tabaraka wa Ta’ala membaca; maksudnya apa?” Dijelaskannya: “Ini termasuk salah satu lafadz mutasyabihat. Kita tidak perlu menafsirkan; terimalah dengan keimanan, bahwa Allah Tabaraka wa Ta’ala membaca. Kalau kita membayangkan seperti kita membaca, hal itu sangat salah. Karena Dia adalah Al Khaliq sedangkan kita adalah makhluk. Segala sesuatu yang Dia lakukan tidak dapat disamai oleh makhluk Nya”.
a
Diteruskannya: “Kita juga tidak perlu bertanya, kenapa yang dibaca dua surah itu; kenapa tidak yang lain. Langkah yang bisa kita tempuh adalah menekuni surah itu; Insya Allah, kita bisa lebih memahami kandungan muatan surahnya. Mari kita kaji, lalu kita bisa menggolongkan ayat-ayatnya; hasilnya menjadi begini: