Sejak Kapan Isam ?

[Tausiah Jum`at, 01/05/2015]
Setelah berkabar-kabar Islami pada saat bertemu, Akung berkata: “Dalam literatur Islami, sering saya baca artikel: kondisi masyarakat Mekah sebelum kedatangan Islam. Betulkah?” Banas mengemukakan: “Inilah persoalan kita”; lalu Akung diajak membincangkannya. Inilah kisahnya.
a
Diteruskan: “Kita ingat kembali tentang Surah Thaha dan Surah Yasin, yang sudah Allah س baca pada seribu tahun sebelum Dia mencipta semesta alam (HR. Ad Darimi, # 3280). Surah Thaha berisi penjelasan umum perilaku manusia dalam beragama; dan Surah Yasin, menegaskan diutusnya Muhammad sebagai Rasulullah ص. Ini bermakna, dua surah itu menjadi petunjuk tentang kehadiran Agama Islam di semesta alam; ditetapkan sebelum Allah س menciptakan semesta alam.
a
Tentang Islam di bumi, Insya Allah tidak mampu diungkap oleh Ahli Tarikh manapun; tetapi bukan berarti jalan buntu, Kita bisa mencermati QS Ali Imran (3):96; artinya:
a
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
a
Dengan merujuk ayat ini, Insya Allah, Allah س membangun Ka`bah sebagai pusat peribadahan Islam, yaitu sejak sebelum diciptakannya Adam ع. Insya Allah, tetap kokoh berdiri sampai Akhir Jaman; tak lekang dimakan masa.
a
Dalam Al Qur`an disebutkan, Allah س menghukum Adam ع karena ia digelincirkan setan. Lalu keduanya diturunkan ke bumi dalam keadaan terpisah, sekitar 6.000 tahun SM. Selanjutnya difirmankan dalam QS Al Baqarah (2):37; artinya:
a
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
a
Ayat ini menegaskan, Adam ع menerima beberapa ayat untuk bertaubat; sejak saat itu, taubat menjadi tata cara memohon ampun dalam Islam. Usai bertaubat, beliau dipertemukan dengan isterinya di pelataran Ka`bah. Sehingga beliau berdua adalah yang pertama kali memanfaatkan Ka`bah, sebagai tempat ibadah. Lalu beliau mendakwahkan Islam secara berpindah-pindah di Jazirah Arab.
a
Pada umumnya, para Nabi/Rasul mendakwahkan Islam di luar Mekah. Misalnya Nabi Luth ع di Sodom Gomorah (Palestina); Nabi Syu`aib ع di Madyan; Nabi Musa dan Harun ع di Mesir; Nabi Isa ع di Palestina dan beberapa lainnya. Nabi Ibrahim ع sebentar saja mendakwahkan Islam di Mekah, lalu ke Mesir dan Palestina. Ketika beliau di Mekah, Allah س memerintahkan untuk menjadikan Ka`bah sebagai pusat peribadahan; difirmankan dalam QS Al Baqarah (2):125; antara lain artinya:
a
…… Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i`tikaf, ruku` dan yang sujud”.
a
Setelah beliau menyelesaikan perintah Nya, beliau mengembara ke belahan benua lainnya; selanjutnya dakwah Islam di Mekah diteruskan Nabi Ismail ع. Walau begitu, tidak berarti Agama Islam tegak pada masa-masa itu. Pada masa itu, Bani Quraisy yaitu penduduk asli Mekah telah menyebut Ka`bah dengan Baitullah, artinya Rumah Tuhan, yaitu rumahnya tuhan mereka selain Allah س yang divisualkan menjadi berhala. Karenanya, Ka`bah, selain sebagai pusat ritual berhala, juga dijadikan sebagai pusat perdagangan; yang beriringan dengan acara ritual pemujaan berhala.
a
Nabi Ismail ع mewarisi bangunan Ka`bah, setidaknya dipenuhi 300 patung berhala yang mereka pertuhankan. Ada 3 patung utama, yaitu Latta, Uzza (lelaki) dan Manah (perempuan), dianggap sebagai anak Tuhan. Sehingga Allah س berfirman dalam QS An Najm (53):19-20:
a
19HMaka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al Lata dan Al Uzza,
20Hdan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah) ?
a
Ayat ini menegaskan, ketiganya bukanlah anak tuhan. Lalu pada sekitar tahun 610 M atas kehendak Nya, Muhammad bin Abdullah diutus sebagai Rasulullah dengan pusat peribadahan di Mekah. Insya Allah, untuk mensucikan kembali Ka`bah. Banas berhenti bicara, karena Akung menyela: “Sering disebutkan, kala itu ada masyarakat Jahiliyyah. Kenapa?”.
a
Banas menjelaskan: “Jahiliyyah berasal dari kata jahil; artinya bodoh atau disebut sebagai masa kegelapan. Dasar-dasar akidah dan syari` Islam yang ditanamkan oleh Nabi Ibrahim ع dan diteruskan Nabi Ismail ع telah diselewengkan. Mereka memuja berhala; dilakukan oleh lelaki dan perempuan secara bersama-sama dengan cara thawaf telanjang bulat; kecuali bagi Humus, yaitu sebutan untuk Bani Quraisy. (HR. Bukhari, #1554).
a
Sejak Rasulullah ص mengambil alih Mekah dan bangunan Ka`bah, Beliau melarang kaum musyrik berthawaf. (HR. Bukhari, #1517). Bahkan, Insya Allah sampai Akhir Jaman, Beliau melarang kaum musyrik bermukim dan mengunjungi Mekah. Beliau menetapi perintah Nya dalam QS At Taubah (9):28; antara lain ditetapkan bahwa kaum musyrik dilarang mendekati Masjidil Kharam karena mereka dalah golongan orang-orang najis.
a
Kemudian Akung ditanya: “Apakah sebelum diutusnya Rasulullah ص, masyarakat Mekah belum pernah didakwahi Islam?” Akung menjawab: “Mereka sudah didakwahi Islam; yaitu pada masa Nabi Ibrahim ع dan Ismail ع”.
a
Lalu Akung diminta menyimpulkan; ia menjawab: “Islam sudah diwajibkan sejak sebelum Allah س mencipta semesta alam. Jadi, tidak ada sebutan masyarakat sebelum Islam”. Banas menguatkan: “Karenanya, tidak ada sesuatu masyarakat baik di Mekah dan bahkan masyarakat di dunia yang sudah ada sebelum Islam. Karena Allah س telah menetapkan Islam, sejak sebelum Dia mencipta semesta alam”. Akung mengangguk puas. Setelah berkata begitu, keduanya saling berucap salam dan berpisah.
a
Sekian, semoga bermanfaat dan barokallah, Insya Allahu Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>