Sujud Sajdah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
ا سَّلآمُ عَلَيْكُمْ وَرحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
a
WASIAT.ku #3
a
Untuk mengawali pertemuan di satu Syawal, hendaknya mengucapkan lafadz berikut ini,
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ من العائدين والفائزين
Artinya, “Semoga Allah menerima (puasa) kita dan menjadikan kita kembali (dalam keadaan suci) dan termasuk orang-orang yang mendapat kemenangan”.
a
Masing-masing harus berucap seperti itu; untuk saling mendoakan agar menjadi suci kembali, tiada dosa. Ada kalanya diiringkan dengan ucapan “mohon maaf segala kesalahan lahir batin, dan bla, bla”; tidak keliru, walau tidak perlu. Sekeder penegas saja, bahwa saat bertemu sudah saling minta maaf dan saling memaafkan.
a
Hari-hari kedepannya, pengamalan pembacaan Al Qur`an masih harus dipupuk dan ditingkatkan. Dalam kesempatan ini disampaikan lembaran kecil, WASIAT.ku, berkaitan dengan Adab Membaca Ayat As Sajdah.
a
Ayat As Sajdah biasanya bertanda ۩; tetapi tidak semua Kitab Al Qur`an memberi tanda itu. Berhati-hatilah ketika membacanya. Diriwayatkan, Rasulullah ص menjawab pertanyaan para sahabat: “Surah Al Hajj lebih diagungkan dari surah lainnya karena ada dua Ayat Sajdah disitu; maka sujudlah. Kamu jangan membacanya, jika tidak mau bersujud; [HR Abu Daud #1194 + 5 HR lain].
a
Kenapa harus bersujud?

Setan Dibelenggu Di Bulan Ramadhan?

Intro: Setan Dibelenggu ?
a
Ketika bertemu kembali di serambi masjid usai Shalat Dhuhur, Akung menyapa dengan ucapan salam Islami; walau berjalan di belakang. Setengah kaget, Banas menjawab salam itu, lalu keduanya berjabat tangan. Kemudian, keduanya duduk di serambi; seperti sudah diperjanjikan, Akung akan menyoal tentang Bulan Ramadhan.
a
“Ustadz; banyak didakwahkan, bila Bulan Ramadhan tiba, maka setan-setan dibelenggu. Bagaimana memahaminya?; di internet dapat dijumpai berita seperti ini”. Begitu Akung memulai perbincangan, sambil menyerahkan kutipan berita internet. Banas mencermati berita itu, lalu dibacanya; begini.
a
RT itu memang rukun tetangga, tapi jika istri “dirukuni” tetangga, bagaimana Pak RT tak marah? Maka inilah kisahnya yang terjadi; begini. RT Samiyo, 37, (bukan nama sebenarnya) nekad menyabetkan parang ke tubuh Dalmin, 37, (bukan nama sebenarnya) tetangganya, karena kepergok ngumpet di bawah ranjang. Diduga keras, dia baru saja kelonan dgn istri Pak RT.
Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah. Tapi ternyata tak semua orang bisa menyadari. Bahkan bagi orang yang kadung jadi budaknya setan SPI (Satgas Penggoda Iman), di kala warga tadarusan di mesjid, kesempatan itu justru digunakan untuk berbuat hil-hil yang mustahal. Taruhlah si Dalmin dari desa ini; di kala orang pada menahan hawa nafsu di siang hari, tetapi ia justru memasuki rumah orang yang bininya baru ditinggal pergi suaminya. Naudzubilah min dzalik! [Sumber: https://konyoldanlucu.wordpress.com/]
a
Banas menarik nafas dalam-dalam dan beristighfar lirih; lalu Akung menyela: “Ustadz; kalau ada berita seperti ini, betulkah setan-setan dibelenggu di Bulan Ramadhan?” Bukankah kejadian dalam berita itu, adalah salah satu wujud amalan setan?” Kemudian Banas mengajak membincangkan perihal dibelenggunya setan di Bulan Ramadhan dan amalan saleh; karena amalan-amalan saleh saja yang dapat membelenggu setan. Inilah kisah mereka.
a