Malaikat, Siapa?

[Tausiah Jum`at, 05/06/2015]
tulisan yang berwarna biru, dapat di klik untuk mendapatkan rujukan.
a
Ketika bertemu kembali dan usai berkabar-kabar Islami, Akung bertanya, kenapa ada agama yang benci Malaikat Jibril. Mendengar pertanyaan ini, Banas mengajak Akung duduk di serambi masjid. Inilah kisah perbincangan mereka.
a
Banas mendudukkan perkara: “Malaikat seharusnya ditulis Malaaikat atau bisa juga ditulis menjadi Malaikat; lafadz ini adalah bentuk jamak; bila diterjemahkan para malaikat, adalah salah. Bentuk tunggalnya malak; misalnya difirmankan dalam QS Al An`am (6):8; QS Al Isra` (17):95; dan QS Qaf (50):21, diterjemahkan menjadi seorang malaikat; ini juga tidak benar, karena malaikat bukan orang”. Beberapa contoh tadi sudah melumrah dan menjadi salah kaprah; apa mengubah maknanya?; Wallahu A`lam”; lalu Banas meneruskan perbincangan.
a
Mari kita menelisik, dari apa malaikat dicipta?; dalam suatu Hadits diriwayatkan: Aisyah رعنها berkata, Rasulullah ص (antara lain) bersabda: “Malaikat diciptakan dari cahaya; (sampai akhir Hadits). (HR. Ahmad, #24186).
a
Bagaimana ciri-ciri malaikat?; kita diberi sedikit ilmu Nya. Misalnya difirmankan dalam QS Fathir (35):1, malaikat mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Lalu dalam QS Al Mursalat (77):2 difirmankan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya. Diduga, malaikat adalah makhluk pertama yang diciptakan; mereka bersifat ghaib, tidak tembus pandangan mata manusia. Dugaan ini merujuk pada firman Nya dalam QS Ghafir/Mu`min (40):7, `Arsy dipikul oleh malaikat, sambil bertasbikh memuji Nya. Juga dalam QS Al A`raf (7):206 difirmankan, malaikat tidak merasa enggan beribadah kepada Allah dan mereka mentasbikhkan Nya dan kepada Nya saja mereka bersujud.
a
Kenapa Allah س menciptakan malaikat?; selain dari dua ayat itu, mari mencermati firman Nya dalam QS Fathir (35):1, malaikat adalah sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan). Akung menyela: “Ustadz; apa maksud utusan untuk mengurus berbagai urusan?”.
a
Banas menjelaskan, setiap malaikat memiliki tugas khusus. Misalnya difirmankan salah satu tugas malaikat dalam QS Ar Ra`du (13):11, Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Lalu dalam QS Sajdah (32):11, dan QS Muhammad (47):27 difirmankan, ada malaikat pencabut nyawa. Juga ada urusan meniup sangkakala sebagai penanda Hari Kiamat; sebagamana difirmankan dalam QS Az Zumar (39):68. Lalu ada malaikat yang mencatat amalan manusia, berdiam di tangan kanan dan kiri; yang difirmankan dalam QS Qaf (50):17. Ada Malaikat Malik, sebagai penjaga neraka; yang difirmankan dalam QS Az Zukhruf (43):77. Ada malaikat yang menuliskan takdir manusia, ketika masih berada dalam rahim Bani Adam (yang muslim dan non-muslim). Mencakup takdir yang terkait dengan rezeki, amalan, ajal dan sengsara atau bahagianya seseorang. (HR Bukhari, #2969). Nama dan urusannya tidak disebut dalam Al Qur`an atau dalam Hadits.
a
Malaikat Jibril yang kamu tanyakan memiliki urusan menyampaikan firman Nya kepada manusia. Akung menyela lagi: “Ustadz; maksudnya kepada para Nabi/Rasul Nya?”.
a
Banas mengemukakan, tidak terbatas kepada para Nabi/Rasul Nya. Misalnya difirmankan dalam QS Maryam (19):17; bahwa Jibril menjelma dihadapan Maryam (dalam bentuk) manusia sempurna, yang diutus dengan jelmaan yang diijinkan. Lalu Malaikat Jibril menyampaikan kehendak Nya, tentang akan lahirnya seorang anak dari rahim Maryam; walau tanpa suami.
a
Tentang wahyu Nya kepada Nabi/Rasul, misalnya wahyu tentang Nabi Isa ع. Dalam QS Al Maidah (5):18, antara lain difirmankan, Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih Nya”. Melalui ayat ini juga, Malaikat Jibril menyampaikan firman Nya, mereka bukan anak Allah dan bukan kekasih Nya. Kemudian dalam ayat 72 Malaikat Jibril menyampaikan firman Nya, Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”. Padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”. Dengan begitu, mempertuhankan Nabi Isa ع adalah kafir; karena Allah س adalah Tuhan semua manusia.
a
Malaikat Jibril sering bersama dengan Malaikat Mikail yang memiliki urusan membagikan karunia rizki Nya. Kaum Yahudi dan Nasrani lebih menyenangi Malaikat Mikail. Terlebih lagi, karena Malaikat Jibril membawa wahyu Nya yang menidakkan penuhanan Nabi Isa ع. Terkait ini, Allah س berfirman dalam QS Al Baqarah (2):98, bahwa mereka yang memusuhi Allah, malaikat-malaikat Nya, rasul-rasul Nya, Jibril dan Mikail, maka adalah kafir dan adalah musuh Allah. Ayat ini turun sebagai jawaban Allah س atas kebencian Yahudi dan Nasrani kepada Malaikat Jibril. Dalam ayat ini juga diterangkan, mereka yang menyenangi sebagian dan membenci sebagian lainnya, termasuk golongan kafir; (dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir).
a
Sebelum berpisah, Banas mengatakan: “Mari meneguhkan iman, seluruh malaikat adalah utusan Nya. Memiliki urusan untuk menunaikan setiap kehendak Nya. Kita wajib mengimani seluruh malaikat, walau malaikat itu mencatat dan melapor kepada Allah س, tentang amal buruk kita”. Usai berkata begitu, keduanya saling berucap salam, lalu berpisah.¤
a
Sekian, semoga bermanfaat dan barokallah, Insya Allahu Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>