Kitabullah

[Tausiah Jum`at, 15/05/2015]
a
Usai berkabar-kabar Islami, Akung bertanya: “Ustadz; apakah ada keterangan tarikh tentang pencatatan wahyu-wahyu Allah س ?”. Atas pertanyaan ini, Banas mengajak duduk untuk membincangkan; inilah kisah mereka.
a
Kemudian Banas mengawali penjelasannya, dengan mengatakan: “Sebagai salah satu fondasi keimanan, mari bertumpu pada QS An Nisa` (4):163; artinya:
a
Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya`qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulai-man. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.
a
Melalui ayat ini, Allah س menegaskan, diturunkannya wahyu kepada Rasulullah ص adalah seperti halnya diwahyukannya kepada para Nabi/Rasul sebelumnya. Lalu secara khusus, ayat ini menerangkan diberikannya Zabur kepada Daud. Sesungguhnya, Allah س mengutus Nabi/Rasul dan memberi wahyu adalah untuk memberi penyelesaian atas perselisihan diantara manusia, sesuai masa kenabiannya. Seluruh Nabi/Rasul selalu mencatat wahyu yang diterimanya. Pencatatannya menggunakan batu, kulit hewan, pelepah pohon, tulang hewan dan lainnya. Catatan tarikh atas sistem pencatatan ini, sekaligus menjadi petunjuk kemajuan peradaban Islam dalam perkara tulis menulis. Tempat pencatatan itu disebut sukhuf; artinya lembaran, walau wujud fisiknya tidak seperti lembaran seperti yang kita bayangkan pada masa kini. Setiap turun wahyu Nya, para Nabi/Rasul itu mencatat dalam lembaran. Dalam catatan tarikh, ada 4 Nabi/Rasul membukukan sukhuf lalu disebut mushkhaf; misalnya mushkhaf Al Qur`an.
a
Akung menyela: “Adakah catatan tarikh mengenai sukhuf dan muskhaf dari 25 Nabi/Rasul?”. Banas menjelaskan: “Tidak ada catatan sukhuf dari semua Nabi/Rasul”. Lalu Akung diajak memahami sukhuf dan mushkhaf yang dicatat dalam tarikh, walau jumlahnya terbatas, yaitu sbb:
a
1.H Dicatat Dalam Sukhuf
(a)HNabi Adam ع memiliki 10 sukhuf;
(b)HSyth anak Nabi Adam ع memiliki 50 atau 60 sukhuf;
(c)HNabi Idris ع (juga dikenal dengan nama Nabi Khanukh) memiliki 30 sukhuf;
(d)HNabi Ibrahim ع memiliki 10 sukhuf; dan
(e)HNabi Musa ع memiliki 10 sukhuf.
a
2.HDibukukan Menjadi Muskhaf
(a)HMuskhaf Nabi Musa ع, disebut Kitab Taurat, terdiri dari 10 sukhuf;
(b)HMuskhaf Nabi Daud ع, disebut Kitab Zabur;
(c)HMuskhaf Nabi Isa ع, disebut Kitab Injil; dan
(d)HMuskhaf Rasulullah ص, disebut Kitab Al Qur`an.
a
Sumber: Wikipedia Indonesia., Kitab Allah; 2015. Catatan: Untuk b,c,d, tidak ada keterangan jumlah sukhufnya).
a
Para Nabi yang diberi wahyu dan mencatat menjadi shukuf dan mushkhaf adalah Rasul Allah. Semua mendakwahkan satu Tuhan atau Tuhan Yang Maha Esa, yaitu Allah س. Misalnya difirmankan dalam QS Al Baqarah (2):133; artinya:
a
Adakah kamu hadir ketika Ya`qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada Nya”.
a
Ayat ini menerangkan perkataan Nabi Ya`kub ع kepada anak-anaknya, sewaktu beliau akan diwafatkan. Dalam ayat ini tersirat penegasan, bahwa seluruh pewahyuan kepada para Nabi/Rasul; dipastikan mendakwahkan keesaan Allah س. Sayang sekali ada almarhum ustadz berdakwah, tiga kitab terdahulu diperuntukkan bagi kaum non muslim.
a
Mendengar penjelasan ini, Akung bertanya: “Apakah pendapat ustadz itu dapat dibantah?” Kemudian Banas menjelaskan: “Mari mencermati QS At Taubah (9):31; artinya:
a
Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; (sampai akhir ayat).
a
Ayat ini dapat menolak dakwah almarhum ustadz, yang menyatakan bahwa Kitab Injil adalah bagi kaum Nasrani; hal ini sangat dan sangat salah. Padahal Nabi Isa ع berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”; sebagaimana difirmankan dalam QS Al Maidah (5):72. Selain itu, kita juga bisa mencermati dakwah para Nabi/Rasul, yaitu agar mengimani Allah س, misalnya :
a
HhDalam QS Thaha (20):90; berisi dakwah Nabi Harun ع.
HhDalam QS Asy Syu`ara’ (26):110, dan QS Nuh (71):3; berisi dakwah Nabi Nuh ع.
HhDalam QS Asy Syu`ara’ (26):126; berisi dakwah Nabi Hud ع; dan masih banyak ayat lainnya.
a
Banas meneruskan: “Kitabullah yang kita kenal, yaitu sebanyak 4 Kitab; dalam rangkaian 4 Kitab itu, posisi Al Qur`an, antara lain difirmankan dalam QS Ali Imran (3):3; artinya:
a
Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.
a
Merujuk ayat ini, Kitab Al Qur`an merupakan kitab pungkasan yang dibekalkan kepada Rasulullah ص sebagai Nabi/Rasul Penutup. Ayat ini juga menepis pandangan almarhum ustadz kondang, mengenai tiga kitab sebelumnya. Adapun urutan 4 Kitabullah adalah begini:
a
(1)HKitab Taurat, + 1.500 tahun SM;
(2)HKitab Zabur, + 1.000 tahun SM;
(3)HKitab Injil, + 1 tahun SM; dan
(3)HKitab Al Qur`an, + 610 M.
a
Kemudian Banas menambahkan: “Kitab Taurat, Zabur dan Injil diperuntukkan bagi suatu kaum saja, yaitu Bani Israil. Tetapi Al Qur`an diwajibkan bagi semua umat sejak Rasulullah ص; Insya Allah sampai akhir jaman.
a
Sebelum berpisah, Akung ditanya tentang Kitabullah; dijawabnya: “Kitabullah ada empat; yaitu: Taurat, Zabur, Injil dan Al Qur`an. Dalam Rukun Iman, kita wajib beriman pada Kitabullah, yaitu 4 kitab itu. Semua kitab mendakwahkan keesaan Allah س. Tidak ada kitabullah untuk kaum non-muslim”. Usai berkata begitu, keduanya sa-ling berucap salam, lalu berpisah.
a
Sekian, semoga bermanfaat dan barokallah, Insya Allahu Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>