Visualisasi Thoghut dan Jibt

Allah س berfirman dalam Kitab Al Quran, menegaskan, setiap kekuatan ghaib yang disembah selain Dia, disebut dengan thoghut dan jibt.[1] Masih belum kokohnya keberimanan, menjadi salah satu sebab adanya kaum muslim yang melakukan pemujaan kepada thoghut dan jibt. Mereka merasa, kerja sama ini dapat diukur keberhasilannya; seperti misalnya mereka yang >memelihara tuyul dan seterunya dapat mengenali kenaikan penghasilannya dalam kurun waktu singkat. Kemungkinan besar, mereka tidak menyadari, bekerja sama dengan thoghut atau jibt dan memujanya, sesungguhnya merupakan salah satu bentuk mencampuradukkan yang haq dengan yang bathil; mereka disebut kaum musyrik.[2] Untuk memujanya, mereka perlu menvisualkan; bagaimana visualisasinya ?

Persaudaraan Sesama Muslim

Intro: Silaturrakhmi
a
Hingar bingar ceria masih menyelimuti nuansa keseharian pasca sukses mudik lebaran; hari ini Akung memacu motornya untuk berlebaran, walau masa Puasa Syawal sudah terlewati. Setelah berkabar-kabar Islami sesaat sesudah bertemu, Akung menjawab pertanyaan kesibukan yang datang menghadang. Menyiapkan acara reuni di kampus; itu yang dikatakan, walau termangu. “Ustadz”; begitu ia meneruskan pembicaraan. Lalu dikatakan: “Kami akan membuat spanduk ahlan wa sahlan; tetapi diantara kami ada selisih pendapat; menggunakan sebutan silaturrakhim atau silaturrakhmi”.
a
Dengan senyumannya yang khas, Banas menjelaskan: “Mari menelisik dari perbendaharaan kata; dua istilah itu berbeda satu sama lain tetapi juga memiliki persamaan. Dari rangkaian kata-katanya, terdapat kata dasar yang sama, yaitu [وَصَلَ]; lalu dibentuk menjadi lafadz [صِلَة]; bisa dibaca silat, silah, artinya hubungan dan atau tali; pemaknaan ini menggambarkan hubungan antar orang. Tetapi tidak bisa diucapkan sendirian. Ketika Akung bertanya maksudnya, Banas menjelaskan, kata silat atau silah harus dirangkai dengan lafadz lain. Dalam perbendaharan kata, sebutan silat selalu dirangkai dengan lafadz rakhim dan rakhmi. Kedua lafadz ini bisa diurai menjadi begini.